Setiap saat terdiam di kelas, menghadap ke langit yang kosong itu. Entah apa yang aku pikirkan namun aku hanya ingin menatap keluar
mereka semua membicarakanku karena suatu kesalah pahaman yang mereka tak mengerti, namun aku tidak mau mengigat hal itu lagi, menurutku terlalu menyakitkan untuk dikenang. Walau begitu aku tetap populer dikalangan para gadis
"itu dia datang, kya... tampanya..."
"mai jangan keras-keras, nanti kita dianggap aneh"
"ah, dia datang cepat berbenah diri !!!"
tap...tap...tap
"KYA.... KAITO-KUN HARI INI JUGA KEREN.....!!!"
"KAITO-KUN JADILAH PACARKU"
"MENIKAHLAH DENGANKU"
"KYA....!!!!, KAITO-KUN"
Hari inipun mereka tetap berisik seperti biasanya, berteriak-teriak di depan kelas orang lain bukanlah perilaku yang sopan bagi seorang gadis bukan. Namun aku sudah terbiasa dengan itu semua. sembari tersenyum simpul aku menoleh kearah gadis-gadis itu
"KYA....!!!, KAITO-SAMA...", merekapun pingsan
"Mudah seperti biasanya ya shion", kata sora sembari merangkulku
"Sudahlah tidak usah memulai, aku ada urusan yang lebih penting", gerutuku
akupun berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk menghadap, kali ini karena berkelahi dengan siswa sma kota sebelah
tok tok tok...
"masuklah !!!", kata suara itu dengan nada kesal
dalam situasi seperti ini aku hanya bisa diam sembari mendengarkan orang tua itu berbicara
"KAU DENGAR TIDAK, INI BUKAN KALI PERTAMA KAU MEMBUAT MASALAH !!!"
"..........", diamku tak peduli
"fuh..... dengar kaito, jika kau terus begini bisa-bisa kau dikeluarkan dari sekolah. jika itu terjadi kami akan kehilangan salah satu murid terbaik sekolah kami, jadi mohon mengertilah", katanya sedih
"memangnya apa peduliku, jika si bodoh itu tak berulah aku juga tak akan memukulnya. lagipula aku tidak akan berbuat itu tanpa alasan"
krek.....
"permisi master, maaf saya datang terlambat"
"ah, meiko maaf melibatkanmu lagi. ini mengenai adikmu"
"saya minta maaf yang sebesar besarnya atas semua masalah ini", iapun membungkuk begitu dalam
"tapi ini bukan salahku...!!!"
PLAK!!!
dengan kemarahan di matanya iapun menamparku sekuat tenaga
"KAITO, sudah berapa kali kubilang jangan berkelahi"
"meiko-san, apa kau tidak terlalu kasar "
"kau tahu, aku sangat menghawatirkanmu tahu. apa kau tidak pernah berfikir tentang orang-orang yang menghawatirkanmu", teriaknya sembari sedikit meneteskan air mata
"sejak kapan kau peduli padaku"
akupun berlari keluar tanpa menghiraukan keadan yang terjadi di ruang kepala sekolah. aku tidak akan percaya pada siapapun lagi, semuanya hanya memakai topeng, semuanya hanya sandiwara, semuanya......
sekarang aku mendapati diriku sedang terbaring lemas di atap sekolah, setelah semua pertikaian itu akupun memilih membolos pelajaran dan tidur di atap sekolah
"apa-apaan dia, senganja begitu ya. cih...",akupun bangkit dari tempat itu
"asalkan ada topeng semua akan baik-baik saja", fikirku
ya benar, dengan bersikap baik di depan semuanya mereka juga tidak akan tahu tentang hitam kelamnya duniaku. mereka juga hanya mengangap semua berita buruk tentangku sebagai rumor.
ya tidak masalah, biar seperti ini
"kanashimi no umi ni shizunda watashi
me o akeru no mo okkuu
kono mama doko made mo ochite yuki
dare ni mo mitsukerarenai no ka na"
terdengar suara seorang gadis menyanyi di sebelah kanan belakangku, suaranya begitu membuatku tenang. namun entah kenapa lirik lagu yang gadis itu nyanyikan sagat sedih
"tenggelam ya....., mungkin sama dengan apa yang kurasakan", gumaku
tiba-tiba gadis itu berhenti bernyanyi dan mulai menangis
"tidak..hiks...tidak bisa begini... suaraku... padahal aku sudah berlatih.. hiks hiks... kenapa...", katanya terisak-isak
padahal suaranya sangat indah, namun kenapa dia bersedih begitu ???
"hei, berusahalah. suaramu tidak jelek kok", kataku pelan
"uh..., siapa itu", gadis itu pun berjalan kearahku
dengan spontan aku berusaha bersembunyi si sebelah fan pendingin udara yang lumayn besar
"tidak ada orang...., hi hi terima kasih", gadis itu berlari kembali menuju pintu keluar
dari balik fan aku melihat senyumnya itu terpancar begitu indah membuatnya terlihat begitu manis. aku bertanya-tanya siapa namanya
sesampai dirumah kaiko dengan mata berbinar-binar menyapaku
"selamat datang niichan, kaiko sudah memasak untuk niichan", sambil memeluku
"dimana meiko", tanyaku heran
"onee-san belum pulang, katanya ada tugas yang harus diselesaikan", katanya dengan nada lembut
"ya sudah, ayo kita makan", kataku tersenyum manis
"hehehe, ayo"
malam inipun akan kami lewati tanpanya, dia memang tipikal orang mementingkan pekerjaan diatas segalanya
"nee-san, aku menyukaimu"
"apa-apaan kau kaito, kita ini saudara"
"aku tidak peduli lagi tentang semua itu, kumohon bisakah kau memandangku bukan sebagai adikmu"
"jika tidak bisa memandangmu sebagai adikku, aku hanya bisa memandangmu sebagai muridku"
"tapi kenapa !!!"
"murid dan guru memang tidak boleh menjalin hubungan kan"
"nee-san...nee-san....NEE-SAN..!!!!!!!"
"HUWAAAA !!!!", akupun terbagun
"niichan, kau tidak apa ???, mimpi buruk lagi ya ???", kata kaiko penuh kekhawatiran
"tidak, apa-apa", akupun membelai kepala kaiko untuk menghilangkan kekhawatiranya
"niichan, lupakan saja perasaanmu terhadap onee-san", katanya sedih
"sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi" akupun kembali melanjutkan tidurku
"niichan....."
"kaito, kenapa kau begitu murung ?", kata luka sembari memeluku manja
"tidak apa-apa"
"hari ini aku ingin berada dalam bekapan kaito, boleh ya..."
aku hanya terdiam memandang keluar jendela
"kaito, aku sangat menyukaimu", katanya sembari memeluku lebih erat
aku hanya bisa terdiam dan pasrah dengan pelukan penuh hasrat itu, walaupun aku tahu aku tak mencintainya
namun dengan menerima cintanya, aku bisa melupakan meiko sejenak.
Entah angin apa yang selalu membawaku kesini, suara indah itu, senyum manis itu, apa itu... topeng.
tapi topeng apa yang ia gunakan itu telah sedikit mencuri perhatianku
"panas...", desahku
sembari menunggu gadis itu datang berlatih kemari aku terus duduk diam membaca buku sakuku, entah kenapa hal ini menjadi suatu rutinitas bagiku, ya seperti sebuah obat, suara anak itu adalah hal yang dapat menenangkanku selain adik kecilku kaiko.
"lama sekali sih, tidak tahu hari ini panas apa !?", gerutuku dalam hati
dengan perasaan berat aku meninggalkan atap dan pergi menuju kelasku, kubuka pintu itu dan melangkah masuk namun seseorang menabrakku
"kyaa...!!!", kamipun terjatuh bersamaan
ternyata yang berada di depanku adalah gadis yang sedaritadi kutunggu-tunggu kedatanganya. akupun dengan sigap menolongnya berdiri.
"kau tak apa, maafkan aku", kataku sopan
"ah...em..i..itu, bukan bukan ini salahku yang berlari terburu-buru maaf..", katanya membungkuk dalam
"tidak...tidak apa", kataku tersenyum
"ah, KAU !!! KAU KAITO-KUN DARI KELAS 3 KAN !!! MR. POPULER", teriaknya kaget
"eh, iya benar"
"HUWA... ma..maafkan kesalahanku", diapaun membungkuk lebih dalam
"tidak apa-apa sungguh", kataku sontak
"te..terimakasih", katanya canggung
"siapa namamu ?", tanyaku
"na..namaku hatsune miku", jawabnya ramah
"apa yang kau lakukan disini miku-chan ?"
"eh, itu aku sedang berlatih", katanya canggung
"kenapa diatap, bukankah sekolah kita menyediakan ruangan khusus untuk itu ?"
"eh i..itu karna dari sini kita dapat melihat pemandangan kota yang indah dan langit yang bagus, aku jadi bersemangat bernyanyi", katanya dengan ceria
"kalau begitu apa aku boleh mendengarkan nyanyianmu ?", tanyaku pelan
"eh, ta..tapi suaraku tak bagus", katanya kaget
"tidak apa-apa kan", senyumku padanya
"ta..tapi sedikit saja ya", katanya malu

