Minggu, 01 Oktober 2017

memori masa lalu (part 2)

"aku sayang nee-san ...!!!"
"hahaha, aku lebih menyayangimu kaito"
"kalau begitu jika besar nanti aku mau menikah sama nee-san"
"mana bisa begitu kaito... hahaha"



hari ini hari kematian ibu nee-san, tapi jika melihat wajah nee-san tidak nampak sama sekali kesedihan sedikitpun. walau juga tidak nampak senyum di sana, namun setiap kali kutanyakan apa dia baik-baik saja iya hanya tersenyum simpul kepada ku
"meiko-chan kamu benar-benar tidak apa degan...", diapun menyanggah kata-kata ibuku
"tidak apa-apa ma, kan sekarang aku sudah punya mama sebagai mama baruku. aku yakin dia senang aku diterima di keluarga papa, dan aku yakin mama akan lebih menyayangiku lebih dari mama lamaku", senyumnya
dengan tubuh bergetar, tak kuasa ibuku menahan air mata yang dibendungnya dari tadi. padahal anak yang berada di depanya adalah anak cinta pertama ayahku yang ternyata adalah sahabat lama ibuku
"pasti meiko, pasti aku akan memperlakukanmu seperti anaku", katanya sembari memeluk nee-san.
nee-san pun mengarahkan pandangan matanya padaku yang baru dia kenal satu hari ini
"kaito, adiku..", ulur tanganya kepadaku
entah terbawa suasana atau apa, aku ikut larut dalam keharuan yang mereka alami. kupeluk tubuh ibuku dari belakang sambil menagis.

sembari memakan eskrim itu aku hanya duduk terdiam di sana bersama nee-san
"apa enak ?", tanyanya sembari mendekat padaku
"iya", jawabku pelan
"awalnya aku khawatir kau akan membenciku kaito"
"eh ?!, kenapa harus benci", heranku
"karena aku adalah anak dari sahabat ibumu", katanya risau
"ibu senang dengan kedatangan nee-san kok, kalau ibu senag aku juga akan senag. lagipula nee-san kan orang baik", kataku berbinar
"terima kasih kaito", katanya sambil menyeka sedikit air matanya
"aku akan jadi kuat !!!", kataku lantang
"eh..?, kenapa ?", heranya
"aku akan jadi kuat agar bisa melindungi nee-san, agar nee-san tidak bersedih lagi. aku akan menjadi super hero untuk nee-san", kataku sambil berdiri
suasana menjadi hening seketika
"eh..ti..tidak bisa ya ?"
"huf..... HAHAHAHA, harusnya itu kalimatku kan", tawanya lepas
pada saat itu baru kusadari betapa cantiknya senyum nee-san.

hari ini aku akan pergi bersama-sama ke rumah nenek yang berada di kota sebelah, aku selalu menantikan saat-saat berkunjung ke rumah nenek. disana ada ponon besar dimana aku biasa melihat matahari terbendam yang sangat indah
"ma, aku ingin bermain di pohon besar bersama nee-san ya ma", kataku berseri-seri
"sejak kapan kau jadi ikutan memanggil mama ?", kata nee-san jahil
"memangnya hanya nee-san yang boleh !!!", gerutuku
"sudah-sudah dipanggil apapun mama tidak keberatan kok", katanya sembari tertawa
"ma..ma..m...ma..ma", kata kaiko kecil terbata-bata
"ah, iya kaiko ini mama", katanya terkesima
"jadi sekarang panggilanya papa mama ya", canda papa dari kursi pengemudi
"kalau kau cukup panggil nama saja kan", kata mama dingin
"huh.... padahal aku juga mau manggil mama", kata papa lesu
"eh ?! kenapa jadi murung.....becanda kok maaf maaf, hahaha" tawanya
"oke sekarang jadinya papa mama kan", kata papa penuh semangat
"apa-apaan sih, seperti anak kecil saja", sembari sedikit menyubit pipi papa
kamipun tertawa lepas bersama-sama.

"permisi...!!!, ibu..!!! ayah...!!! aku pulang", kata mamaku lantang
terdengar suara gasak gusuk dari dalam rumah bergaya jepang kuno itu, suaranya seperti langkah kaki orang yang sedang berlomba lari
"sae..yaampun apa itu sae kecilku", kata orang itu
"ibu, aku kan sudah besar bu", gerutu manja ibuku
"ah, kau juga datang kaoru", iapun menjabat tangan papa
"sudah lama tidak bertemu ibu", sambut papa
"lihat siapa yang kalian ajak, wah kaito-kun kau sudah besar rupanya, kaiko-chan apa sehat ?", tanya nenek
"dia sudah bisa memanggilku ibu", katanya senang
"dia benar-benar mirip denganmu ya sae.... ah, siapa ini ?", tanya nenekku
"ibu dia, ... yang waktu itu kuceritakan di telepon", kata ibuku pelan
"meiko-chan bukan, tidak kusangka kau semanis ini. bagaimana apa kau merasa senang berada di keluarga ini ?", kata nenek lembut
"un..., aku senang", kata nee-san malu
"syukurlah, rukun-rukunlah dengan kedua adikmu", katanya sembari mengelus kepala nee-san
"iya nek"
"pergilah bermain-main di sekitar sini, namun jangan jauh-jauh ya", ujar mama
"IYA", kami berduapun berlari pergi mengeliligi seisi rumah
"nee-san, nee-san , cepat kemari ada yang ingin aku tunjukan", kataku sembari menarik lengan nee-san
"sabar kaito", iapun pasrah menerima ajakanku yang sedikit memaksa
"lihat ini", tunjuku pada sebuah pohon hijau besar yang berada tepat di belakang rumah ini
"ayo kita panjat", kataku semangat
"eh ?, apa boleh", heranya
"tentu saja aku sudah sering kok, diatas juga ada sarang burung yang kupelihara sejak kecil", ujarku
"baiklah, kau ini... benar-benar deh !", gerutu kakakku
kami berduapun mulai memanjati dahan pohon itu satu demi satu untuk mencapai puncaknya,
"gyaa !!!", teriakku karena terpeleset di dahan pohon
"KAITO KAU TAK APA !", panik nee-san
"aduh.. tidak apa-ap... ADUH", karena sergesek dahan puhon yang cukup kasar kakiku terluka
"KAITO.... MAMA, MAMA, KAITO TERLUKA", nee-san segera menolongku turun dari pohon itu
dari dalam rumah terlihat mama dengan paniknya berlari kearahku
"kau tidak apa-apa sayang, astaga cepat masuk dan bersihkan lukamu", terlihat dari raut wajah itu ia sangat mencemaskanku.
kamipun langsung berlari ke ruang tengah dan langsung mengobatiku



"apa masih terasa sakit ?"
"tidak..."
"sudah mama bilang kan, hati-hati"
"maaf...."
"ah, meiko kalau tidak keberatan bisakah kau menjaga kaito sebentar ?, mama akan membeli antiseptik di toko obat", tanya mamaku
"un", iapun tidak bersuara lagi
mamapun beranjak pergi untuk membeli antiseptik
"nee-san, kau marah ya ?", kataku takut
"tidak"
"benar tidak marah"
"iya"
"sunguh ?"
"un"
"tapi kenapa nee-san tidak melihatku ?", kataku sedikit kecewa
sesaaat ruangan itu terasa sunyi, nee-sanpun membalikan badanya sambil menagis
"tentu aku marah bodoh, kalau terjadi sesuatu padamau bagaimana, kalau tangan atau kakimu patah bagaimana, ka...kalau ka..u kau mati bagaimana. kaito adalah adik laki-lakiku yang sangat berharga, adik laki-lakiku yang harus kulindungi bukan, a..aku tidak mau kalau hal yang sama terjadi padamu.. kalau sampai terjadi..aku...aku...", segera kuraih tangan nee-san untuk menenangkanya
"aku tidak akan kemana-mana nee-san", walau aku tidak terlalu mengerti apa yang aku bicarakan waktu itu, entah kenapa begitu saja tersirat di kepalaku.
melihat air mata nee-san mengalir entah kenapa membuat dadaku terasa sakit
"aku sudah janji bukan nee-san"
"ka..kaito... HUWE......MA..MAAFKAN AKU ....KAITO", nee-sanpun menagis meraung-raung dihadapanku, aku mulai berfikir kalu seperti ini, sebentar saja tidak apa kan ?



waktu terus begulir, tidak disangka sekarang aku sudah naik ke kelas 6, sedangkan nee-san lulus dan mendaftar ke smp terkemuka di luar kota
"apa kau yakin mau bersekolah disana, bukankah itu lumayan jauh ?", tanya mama khawatir
"tidak, aku dengar disana adalah sekolah musik yang bagus dan tidak terlalu mahal, aku ingin menjadi penyanyi seperti mendiang ibuku", katanya tersenyum
"ya, dia memang sangat berambisi menjadi penyanyi", kata ibuku sedikit sedih
"maaf, jadi membicarakan ibu", kata nee-san menggengam tangan mama
"kau sudah besar sekarang, mama sangat banga padamu meiko", mamapun memeluk nee-san dengan penuh rasa haru
"nah kaito, sekolahmu melewati stasiun bukan, antarlah meiko ke sana sebelum kau berangkat sekolah"
"iya, kalau itu juga aku tahu", kataku sedikit ketus
"baiklah ayo kita berangkat", meikopun mendorongku kearah ruang depan sembari melambaikan tanganya pada mama
"kami berangkat ya"
"hati-hati di jalan ", katanya dengan berseri-seri

kamipun berjalan menelusuri perumahan ini, tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk menuju stasiun. ya kira-kira sepertiga perjalananku ke sekolah
"ah... tiba juga saat seperti ini ya kaito", kata nee-san tersenyum ragu
"ya perpisahan itu hal normal kan", kataku dengan nada sok keren
"hehe sepertinya aku akan kesepian jika tidak ada kau kaito", katanya berusaha tertawa
ugh, sikap nee-san ini lah yang paling aku benci. dia selalu saja mendahulukan orang lain diatas segala-galanya ketimbang perasaanya, itu yang selalu membuatku khawatir
"kaito....", nee-san pun berhenti dan terdiam sejenak
" !!!, ada apa ? kau tidak apa-apa", cemasku
tangan nee-san mulai melingkar diantara pundakku, dia memeluku dengan begitu erat. membuatku semakin sulit untuk menyembunyikan perasaan yang telah kupendam sejak lama ini. diapun membisikan sesuatu di telingaku
"terima kasih untuk semuanya kaito, aku beruntung memilikimu. kau memang jimat keberuntunganku", bisiknya pelan dan dalam
dengan cepat wajahku memerah seketika bagaikan kepiting rebus, akupun langsung mendorong nee-san dengan segera
"apa-apaan sih kau ini !!! jangan perlakukan aku seperti anak kecil !", gerutuku padanya
"kaito seperti inilah yang aku sukai", iapun mengeluarkan senyum lembutnya itu
"si...sial", kataku dalam hati. kelakuan nee-san yang seperti inilah yang membuatku jatuh cinta berkali-kali padanya. memang tak dapat dipungkiri lagi, walau aku terus menyembunyikannya dia selalu saja mempunyai cara membuat hatiku berdebar-debar.
"yosh..! sudah sampai, terima kasih ya kaito. sampai jumpa", iapun berlari menuju stasiun dan pergi
akupun terdiam membatu di depan stasiun, tak terasa kami sudah sampai stasiun secepat ini. waktu benar-benar tidak adil, andai saja waktu bisa berhenti aku ingin terus bersamanya selama-lamanya.
"kenapa tanganku ini tidak membalas pelukanya", tanyaku dalam hati sembari menatap tangan hampaku. sial.

Jumat, 22 Agustus 2014

memori masa lalu (part1)

Setiap saat terdiam di kelas, menghadap ke langit yang kosong itu. Entah apa yang aku pikirkan namun aku hanya ingin menatap keluar
mereka semua membicarakanku karena suatu kesalah pahaman  yang mereka tak mengerti, namun aku tidak mau mengigat hal itu lagi, menurutku terlalu menyakitkan untuk dikenang. Walau begitu aku tetap populer dikalangan para gadis

"itu dia datang, kya... tampanya..."
"mai jangan keras-keras, nanti kita dianggap aneh"
"ah, dia datang cepat berbenah diri !!!"

tap...tap...tap

"KYA.... KAITO-KUN HARI INI JUGA KEREN.....!!!"
"KAITO-KUN JADILAH PACARKU"
"MENIKAHLAH DENGANKU"
"KYA....!!!!, KAITO-KUN"

Hari inipun mereka tetap berisik seperti biasanya, berteriak-teriak di depan kelas orang lain bukanlah perilaku yang sopan bagi seorang gadis bukan. Namun aku sudah terbiasa dengan itu semua. sembari tersenyum simpul aku menoleh kearah gadis-gadis itu

"KYA....!!!, KAITO-SAMA...", merekapun pingsan
"Mudah seperti biasanya ya shion", kata sora sembari merangkulku
"Sudahlah tidak usah memulai, aku ada urusan yang lebih penting", gerutuku
akupun berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk menghadap, kali ini karena berkelahi dengan siswa sma kota sebelah

tok tok tok...
"masuklah !!!", kata suara itu dengan nada kesal
dalam situasi seperti ini aku hanya bisa diam sembari mendengarkan orang tua itu berbicara
"KAU DENGAR TIDAK, INI BUKAN KALI PERTAMA KAU MEMBUAT MASALAH !!!"
"..........", diamku tak peduli
"fuh..... dengar kaito, jika kau terus begini bisa-bisa kau dikeluarkan dari sekolah. jika itu terjadi kami akan kehilangan salah satu murid terbaik sekolah kami, jadi mohon mengertilah", katanya sedih
"memangnya apa peduliku, jika si bodoh itu tak berulah aku juga tak akan memukulnya. lagipula aku tidak akan berbuat itu tanpa alasan"

krek.....
"permisi master, maaf saya datang terlambat"
"ah, meiko maaf melibatkanmu lagi. ini mengenai adikmu"
"saya minta maaf yang sebesar besarnya atas semua masalah ini", iapun membungkuk begitu dalam
"tapi ini bukan salahku...!!!"

PLAK!!!

dengan kemarahan di matanya iapun menamparku sekuat tenaga
"KAITO, sudah berapa kali kubilang jangan berkelahi"
"meiko-san, apa kau tidak terlalu kasar "
"kau tahu, aku sangat menghawatirkanmu tahu. apa kau tidak pernah berfikir tentang orang-orang yang menghawatirkanmu", teriaknya sembari sedikit meneteskan air mata
"sejak kapan kau peduli padaku"
 akupun berlari keluar tanpa menghiraukan keadan yang terjadi di ruang kepala sekolah. aku tidak akan percaya pada siapapun lagi, semuanya hanya memakai topeng, semuanya hanya sandiwara, semuanya......

sekarang aku mendapati diriku sedang terbaring lemas di atap sekolah, setelah semua pertikaian itu akupun memilih membolos pelajaran dan tidur di atap sekolah
"apa-apaan dia, senganja begitu ya. cih...",akupun bangkit dari tempat itu
"asalkan ada topeng semua akan baik-baik saja", fikirku
ya benar, dengan bersikap baik di depan semuanya mereka juga tidak akan tahu tentang hitam kelamnya duniaku. mereka juga hanya mengangap semua berita buruk tentangku sebagai rumor.
ya tidak masalah, biar seperti ini



"kanashimi no umi ni shizunda watashi
me o akeru no mo okkuu
kono mama doko made mo ochite yuki
dare ni mo mitsukerarenai no ka na"



terdengar suara seorang gadis menyanyi di sebelah kanan belakangku, suaranya begitu membuatku tenang. namun entah kenapa lirik lagu yang gadis itu nyanyikan sagat sedih 
"tenggelam ya....., mungkin sama dengan apa yang kurasakan", gumaku
tiba-tiba gadis itu berhenti bernyanyi dan mulai menangis

"tidak..hiks...tidak bisa begini... suaraku... padahal aku sudah berlatih.. hiks hiks... kenapa...", katanya terisak-isak
padahal suaranya sangat indah, namun kenapa dia bersedih begitu ???

"hei, berusahalah. suaramu tidak jelek kok", kataku pelan
"uh..., siapa itu", gadis itu pun berjalan kearahku
dengan spontan aku berusaha bersembunyi si sebelah fan pendingin udara yang lumayn besar 
"tidak ada orang...., hi hi terima kasih", gadis itu berlari kembali menuju pintu keluar
dari balik fan aku melihat senyumnya itu terpancar begitu indah membuatnya terlihat begitu manis. aku bertanya-tanya siapa namanya


sesampai dirumah kaiko dengan mata berbinar-binar menyapaku
"selamat datang niichan, kaiko sudah memasak untuk niichan", sambil memeluku
"dimana meiko", tanyaku heran
"onee-san belum pulang, katanya ada tugas yang harus diselesaikan", katanya dengan nada lembut
"ya sudah, ayo kita makan", kataku tersenyum manis
"hehehe, ayo"
malam inipun akan kami lewati tanpanya, dia memang tipikal orang mementingkan pekerjaan diatas segalanya  






"nee-san, aku menyukaimu"
"apa-apaan kau kaito, kita ini saudara"
"aku tidak peduli lagi tentang semua itu, kumohon bisakah kau memandangku bukan sebagai adikmu"
"jika tidak bisa memandangmu sebagai adikku, aku hanya bisa memandangmu sebagai muridku"
"tapi kenapa !!!"
"murid dan guru memang tidak boleh menjalin hubungan kan"
"nee-san...nee-san....NEE-SAN..!!!!!!!"






"HUWAAAA !!!!", akupun terbagun
"niichan, kau tidak apa ???, mimpi buruk lagi ya ???", kata kaiko penuh kekhawatiran
"tidak, apa-apa", akupun membelai kepala kaiko untuk menghilangkan kekhawatiranya
"niichan, lupakan saja perasaanmu terhadap onee-san", katanya sedih
"sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi" akupun kembali melanjutkan tidurku
"niichan....."

"kaito, kenapa kau begitu murung ?", kata luka sembari memeluku manja
"tidak apa-apa"
"hari ini aku ingin berada dalam bekapan kaito, boleh ya..."
aku hanya terdiam memandang keluar jendela
"kaito, aku sangat menyukaimu", katanya sembari memeluku lebih erat
aku hanya bisa terdiam dan pasrah dengan pelukan penuh hasrat itu, walaupun aku tahu aku tak mencintainya
namun dengan menerima cintanya, aku bisa melupakan meiko sejenak.

Entah angin apa yang selalu membawaku kesini, suara indah itu, senyum manis itu, apa itu... topeng.
tapi topeng apa yang ia gunakan itu telah sedikit mencuri perhatianku
"panas...", desahku
sembari menunggu gadis itu datang berlatih kemari aku terus duduk diam membaca buku sakuku, entah kenapa hal ini menjadi suatu rutinitas bagiku, ya seperti sebuah obat, suara anak itu adalah hal yang dapat menenangkanku selain adik kecilku kaiko.
"lama sekali sih, tidak tahu hari ini panas apa !?", gerutuku dalam hati
dengan perasaan berat aku meninggalkan atap dan pergi menuju kelasku, kubuka pintu itu dan melangkah masuk namun seseorang menabrakku
"kyaa...!!!", kamipun terjatuh bersamaan
ternyata yang berada di depanku adalah gadis yang sedaritadi kutunggu-tunggu kedatanganya. akupun dengan sigap menolongnya berdiri.
"kau tak apa, maafkan aku", kataku sopan
"ah...em..i..itu, bukan bukan ini salahku yang berlari terburu-buru maaf..", katanya membungkuk dalam
"tidak...tidak apa", kataku tersenyum
"ah, KAU !!! KAU KAITO-KUN DARI KELAS 3 KAN !!! MR. POPULER", teriaknya kaget
"eh, iya benar"
"HUWA... ma..maafkan kesalahanku", diapaun membungkuk lebih dalam
"tidak apa-apa sungguh", kataku sontak
"te..terimakasih", katanya canggung
"siapa namamu ?", tanyaku
"na..namaku hatsune miku", jawabnya ramah
"apa yang kau lakukan disini miku-chan ?"
"eh, itu aku sedang berlatih", katanya canggung
"kenapa diatap, bukankah sekolah kita menyediakan ruangan khusus untuk itu ?"
"eh i..itu karna dari sini kita dapat melihat pemandangan kota yang indah dan langit yang bagus, aku jadi bersemangat bernyanyi", katanya dengan ceria
"kalau begitu apa aku boleh mendengarkan nyanyianmu ?", tanyaku pelan
"eh, ta..tapi suaraku tak bagus", katanya kaget
"tidak apa-apa kan", senyumku padanya
"ta..tapi sedikit saja ya", katanya malu

Senin, 14 Oktober 2013

sambutan dari kepala sekolah vocalution

Halo murid baru, saya kepala sekolah vocalution tapi kamu boleh memangilku master.
Baiklah selamat datang di sebuah kota kecil yang sangat damai dan tentram, kota yang terkenal akan suara-suara emas penduduknya. Hampir semua penduduk kota vocaloid bersuara indah dan merdu, kehebatan kualitas suara orang-orang di kota vocaloid sangat terkenal hampir ke seluruh dunia bahkan tidak banyak dari penduduk kota yang berhasil menjadi penyanyi terkenal di luar sana, hal lain yang terkenal dari kota vocaloid adalah sekolah musiknya kualitasnya juga sudah sangat terkenal dengan moto
"bernyanyilah dengan hati"
 sekolah ini dapat meningkatkan kualitas bernyanyi kita hampir 90%. Yak, baiklah mari kita mulai tur ini kuharap kau tidak bosan dengan kata-kataku yang agak formil ini, oh berhubung kita ada di ruang lobi mari kita berjalan lurus menuju ruang guru tentu kau harus bertemu guru-guru di sini bukan. Baik biar ku jelaskan siapa wali kelasmu, dia bernama luka megurine kalau mau kau boleh memanggilnya dengan nama depannya jadi luka sensei ok..., dan ini guru sejarah sekaligus guru sastramu  kau bisa memangilnya gakupo sensei..., kalu dia guru matematikamu namanya kiyoteru sensei.
AH..!!!, meiko sensei cepat kemari kenalkan dia adalah murid baru dari luar kota

''......................................''

dia adalah guru olahragamu, aku harap kau agak berhati-hati terhadapnya dia...dia.. agak pemabuk..hahaha..
baiklah mari kita menuju ruang musik, karena disini adalah sekolah musik pasti ada rung musiknya bukan ayo....

''.tap......tap...tap......tap...''

Baiklah ini adalah ruangan musik seperti yang kau lihat ada pangung kecil di sana yang kira-kira dapat menampung 5 sampai 10 orang dan disana ada setumpukan alat musik jadi apa kau sudah puas melihat-lihat ruang musik ini ???

''.......................................''

Ok ayo kita pergi ke arah ruang audio visual....


''.tap......tap...tap......tap...''

Nah ini ruang audio visual, ya... hanya seperti ruang audio visual lainnya. aku yakin kau sudah bosan sekarang, bagaimana, ayo ke ruang yang lain lagi...

''.tap......tap...tap......tap...''

Nah ini laboratorium sekolah, walaupun sekolah ini sekolah musik tapi aku berprinsip pengethuan adalah yang utama di sini tidak hanya belajar musik tapi juga pelajaran umum seperti sekolah lainya. Ok mari kira lanjutkan perjalanan ini.....

''.tap......tap...tap......tap...''

nah ini lapangan olahraga dan bisa kau lihat 10 meter dari sini ada kolam berenang sekolah aku ingatkan kepadamu kolam tutup pada hari libur dan malam hari jadi jangan coba-coba menyelinap kedalam kolam ya......., nah ayo kita menuju ruang peraktek memasak


''.tap......tap...tap......tap...''

nah ini dia ruanganya memang cukup sederhana tapi ini luas kok..... Oh tidah, aku lupa bahwa akan ada meeting antar sekolah um... kurasa hampir setengah bagian sekolah yang telah kutunjukan kepadamu kuharap kau bisa pergi berkeliling sendirian maafkan aku jika meningalkanmu disini, sekali lagi sebagai kepal sekolah aku minta maaf.

''baiklah ruang kelasmu ada di dekat ruang kesehatan tepatnya di lantai 2, kelas 2-5 baik aku pergi dulu''


''.tap......tap...tap......tap...........................''

Sabtu, 14 September 2013

❀ Salam pembuka dari penulis ❀

Hi semua, namaku yanti hobiku menggambar mangga, memasak, bermain internet, dan meenghayal (ini salah satu hobiku yang paling kusuka ☺). Oh iya sampai lupa, aku pengemar vocaloid juga loh terutama sama cowok" nya, setiap buka youtube pasti sering kan kalian mendapati lagu vocaloid yang menggambarkan miku berpacaran dengan kaito atau luka denggan gakupo dari situ pasti kalian inggin yang lebih kan seperti gimana mereka bertemu, gimana dan kemana mereka ngedate, masalah"   Mereka dan masih banyak lagi. Sayang vocaloid sampai saat ini yang masih umum hanya lagu saja, kalau aku sih inggin yang lebih maka dari itu aku buat blog ini yang menceritakan tenatng mereka ( bagi yang gak suka dan nganggap ini anoying,  gomennasaiyo  ☻). Jadi intinya blog ini cuma bagian dari fantasi aja kok, cuma buat muasin rasa penasaran aja kok

So, hope you enjoy my blog ( silahkan tinggalkan kritik dan saran ya ~)